Kamis, 16 Mei 2013

Teknologi Pembelajaran



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Selama sedikitnya empat puluh tahun bidang studi teknologi pembelajaran secara priodik mengalami proses pengkajian kolektif oleh para ahli dan praktisi teknologi pembelajaran yang pada akhirnya menghasilkan diskripsi bidang secara profesional. Definisi itu diperbaharui beberapa kali dan setiap perubahan memberikan arah baru. Sejak dirumuskan definisi formal yang terakhir ( tahun 1977 ), terjadilah perubahan dramatis dalam profesi teknologi pembelajaran. Akibat muncul pengkajian ulang, hasil analisis kolektif itu ialah definisi tahun 1994 yang dinyatakan pada awal bab ini.
B.       Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas dapat diambil suatu rumusan permasalahan :
  1. Apa saja perubahan yang terjadi dalam teknologi pembelajaran ?
  2. Apa yang dimaksusd teknologi pembelajaran dan hakikat definisi ?
C.      Tujuan
  1. Untuk mengetahui perubahan – perubahan yang terjadi dalam teknologi pembelajaran
  2. Untuk mengetahui definisi teknologi pembelajaran dan hakikat definisi






BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi Teknologi Pembelajaran ( AECT 1994 )
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek tentang perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber – sumber untuk belajar.
B.  Hakekat Definisi
Israel Scheffler ( 1960 ) membedakan dua jenis definisi yaitu definisi umum dan definisi ilmiah. Menurut Scheffler, definisi itu terpadu dalam konteks penelitian, definisi umum dapat dipahami baik oleh masyarakat umum maupun kalangan profesional. Definisi umum itu menjelakan bagaimana sebuah isilah harus dipahami dalam konteks pemakaiannya. Scheffler menggolongkan tiga jenis definisi umum, yaitu definisi stipulatif, definisi deskriptif dan definisi programatik.
Sebuah bidang kajian dapat didefinisikan dalam beberapa cara dengan peran yang dimainkan oleh para praktisi, dengan ruang lingkup pengetahuan tertentu, atau dengan syarat – syarat pofesional dibidang itu ( Marriner – Tomey, 1989 ).
Sebelum sebuah definisi dikembangkan, parameter definisi itu perlu dijelaskan. Parameter adalah asumsi yang menjadi dasar untuk membuat keputusan. Untuk bisa diformalisasikan, keputusan haruslah memuat ruang lingkup, tujuan, titik pandang, sasaran dan karakteristi penting yang perlu diperhatikan.
Teknologi pembelajaran merupakan sebuah gerakan untuk menjadi bidng kajian atau bidang studi dan profesi. Difinisi bidang studi yang sudah di revisi itu harus memuat kawasan yang menjadi perhatian praktisi dan para pakar. Kawasan – kawasan itu merupakn domain dari bidang studi. Proses dan produk sangat penting dan perlu untuk direfleksikan dalam definisi. Hal – hal yang lain tidak dipahami atau dikenali secara jelas oleh professional teknologi pembelajaran harus disisihkan dari definisi.
C.  Teknologi Pembelajaran
Secara historis bidang studi ini yang disebut sebagai sebagai ’ Teknologi Pendidikan ’ dan ’ Teknologi Pembelajaran ’. mereka yang lebih suka menggunakan istilah teknologi pembelajaran ada dua alasan. Yang pertama ialah bahwa kata pembelajaran lebih sesuai untuk mendiskripsikan fungsi – fungsi teknologi. Kedua, mereka menyatakan bahwa istilah pembelajaran lebih tepat sebab tenologi pendidikan pada umumnya berimplikasikan pada lingkungan sekolah atau lingkungan pendidikan. Knirk dan Gustafon ( 1986 ) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya berhubungan engan masalah pembelajaran dan belajar sedangkan pendidikan mencakup semua aspek pendidikan. Mereka yang menyukai mengunakan istilah teknologi pendidikan menyatakan bahwa oleh karena pembelajaran dipandang oleh kebanyakan sebagai bagian pendidikan, maka pembelajaran itu dapat membantu mempertahakan fokus bidang studi itu ( Association for Educational Communications and Technology, 1977 ; saettler, 1990 ).
Dewasa ini istilah teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran digunakan untuk mengacu pada pengertan yang sama leh kebenyakan profesional. Istilah tekonologi pembelajaran dipandang lebih cocok oleh karena itu dipakai dalam definisi tahun 1994 dengan beberapa alasan, yaitu :
  • Lebih umum digunakan dewasa ini di amerika serikat
  • Mencakup situasi praktik beragam
  • Mendiskripsikan fungsi teknologi dalam pendidikan secara lebih tepat dan
  • Memungkinkan penekkanan baik pada pembelajaran maupun belajar
D.  Orientasi Definisi
Periode setelah tahun 1960-an merupakan periode kreatifitas teknologi yang luar biasa. Joel Mokyr, seorang ekonom dari Universitas Northwestern, menyatakan bahwa beragaman itu merupakan kunci untuk pengembangan kreatifitas teknologi dalam kebudayaan ( Mokyr,1990 ). Seorang sejarawan inggris yang bernama Arnold Toinbee, menyatakan bahwa apabila peradaban yang lebih dinamis dan kreatif bertemu dengan peradaban yang lebih statis atau kurang kreatif, maka peradaban yag dinmislah yang akan mendominasi.
E.  Hubungan Antara Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Dalam pandangan Saettler ( 1990 ) bahwa teknologi itu memfokuskan pada perbaikan keterampilan dan organisasi daripada peralatan dan mesin. Tekonologi modern dideskripsikan sebagai pengetahuan praktis, sistematis yang meningkatkan produktifitas. Demikian pula, Heinich, Molenda dan Rusell, ( 1993 ) mendifinisikan teknologi pembeljaran sebagai penerapan ilmu pengetahuan ilmiah tentang belajar manusia pada tugas – tugas praktis pengajaran dan belajketika membahas kehidupan sehari – hari pada abad ke-15 hingga ke-18, sejarawan perancis Ferdinan Broudel menyatakan bahwa pengertian tertentu, segala sesuatu dapat dinyatakan sebagai teknologi bukan saja upaya git manusia tetapi juga upayanya yang sabar untuk membuat tanda pada dunia eksternal.
Menurut Marcel Mauss, yng disebut teknologi adalah tindakan tradisional yang dibuat efektif. Dengan kata lain, teknologi mengimplikasikan tindakan seseorang atau generasi terhadap yang lain. Ada saat dimana teknologi memungkinkan perkembangan karena berbagai alasan ekonomi, sosial, psikologis, yang belum dapat dicapai atau digunakan sepenunya oleh manusia. Konsep yang sistematis dalam definisi teknologi yang diusulkan oleh Everett Rogers. Rogers mengatakan bahwa teknologi adalah desain untuk tindakan instrumental yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat yang dilibatkan dalam mencapai hasil yang diinginkan. Selanjutnya dia menyatakan bahwa teknologi bisanya memiliki dua komponen ; aspek perangkat keras, yang terdiri atas peralatan dan aspek perangkat lunak yang terdiri dari informasi.
Konsep sistematis bersfat implicit dalam definisi tahun 1994 tidak lagi menekankan pengertian sistematis sebagai proses linier yakni totalitas pendekatan teknologi. Jaadi jelaslah bahwa sebagian kondisi itu mencakup kemampuan dan kulitas pebelajar secara individu, termasuk kemampuan visual, mendengarkan , berbicara, memahami tulisan dan kemampuan yang lain. Kondisi yang lebih luas adalah kondisi yang didasarkan pada media yang mengacu pada jenis penyajian yang dibuat untuk pebelajar dan pada penjadwalan, pengurutan, dan pengorganisasiannya ( Gagne,1990:3 )
Struktur definisi tahun 1994 mengetengahkan tradisi yang sudah mapan dan mengangkat kecendrugan bidang studi. Definisi 1994 memberikan keberagaman dan kekhususan selain memadukan komponen tradisional dan domain – domain dalam bidang itu. Definisi yang telah direvisi ialah teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber untuk belajar.
F. Komponen- Komponen Definisi
Menurut definisi 1994, teknologi pembelajaran ialah :
  • Teori dan praktek
  • Perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan, dan pengevaluasian
  • Dar suatu proses dan sumber – sumber
  • Untuk belajar
1. Teori Dan Praktek
Sebuah profesi haruslah memiliki dasar pengetahuan yang mendukung praktek profesi itu. Teori tersusun atas konsep, konstruk, prinsip, proposisi yang memberikan kontribusi pada khasanah pengetahuan. Praktek ialah penerapan pengetahuan itu memecahkan masalah. Praktek bisa juga memberikan kontribusi pada dasar pengetahuan melalui informasi yang diperoleh dari pengalaman. Baik teori maupun praktek dalam teknologi pembelajaran memanfaatkan model – model secara luas. Model procedural yang mendiskripsikan bagaimana melakukan tugas, membantu menghubungkan teori dan praktek. Teori juga menghasilkan model yang memvisualisasikan hubungan.
2. Perancangan, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan, Dan Penilaian
Kelima istilah itu merupakan domain dasar teknologi pembelajaran. Masing – masing dari kelima fungsi itu cukup unik atau spesifik dan dapat pula berkembang menjadi wilayah studi yang terpisah. Domain perancangan memberikan kontribusi teoritis dalam teknologi pembelajaran pada bidang studi pendidikan secara lebih luas.
3. Proses Dan Sumber
Proses dan sumber ini mengandung dua elemen yaitu konsep dan produk. Proses ialah serangkaian pelaksanaan atau kegiatan yang diarahkan pada hasil tertentu. Dalam teknologi pembelajaran, terdapat proses perancangan dan proses penyampaian. Proses mengimplikasikan adannya urutan yang melibatkan input, tindakan, dan output. Penelitian tentang srategi pembelajaran yang lebih mutahir dan hubungan dengan tipe-tipe belajar dan media merupakan contoh penelitian proses. Contoh proses adalah sistem pentampaian seperti telekonferensi, jenis pembelajaran seperti belajar mandiri, model- model pengajaran misalnya rancangan sistyem pembelajaran. Sumber adalah sumber pendukung untuk belajar termasuk sityem pendukung dan materi dan lingkungan pembelajaran.
4. Untuk Belajar
Tujuan teknologi pembelajaran adalah untuk mempengaruhi dan memberikan dampak belajar, frase untuk dipilih untuk menekankan hasil belajar dan utuk memperjelas bahwa belajar merupakan tujuan dan bahwa pembelajaran merupakan sarana untuk belajar. Dalam definisi, belajar mengacu pada perubahan yang relatif permanen pada pengetahuan dan perilaku seorang karena pengalaman. ( Mayer, 1982:1040)
5. Evolusi Dan Definisi
Definisi 1994 berevolusi dari definisi-definisi teknologi pendidikan yang lebih dahulu. Teknologi pembelajaran pertama kalinya dilihat sebagai teknologi peralatan. Teknologi pembelajaran itu mengacu pada pemakaian peralatan media dan perangkat keras untuk tujuan pendidikan. Oleh karena itu, istilah yang digunakan sinonim dengan frase penegajaran engan bantuan audi visual. ( Rountree,1979)
Bidang teknologi pendidikan merupakan hasil berkembangnya tiga hal : media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran, dan pendekatan pendidiakan yang sistematis. ( seel, 1989)
Jim Finn Edgar Dale, Finn mendapatkan pengakuan dengan karyanya dalam pengembangan dalam bidang komunikasi audiovisual menjadi teknologi pembelajaran. ( AECT, l977). Finn menyatakan bahwa agar komunikasi audio visual menjadi profesi bidang studi ini harus mengembangkan teori, penelitian, dan tekniknya sendiri. Dia selanjutnya mengemukakan bahwa teknologi pembelajaran merupakan proses intelektual yang harus didasarkan pada penelitian. Konsep Finn mengenai sistyem yang terintregasi dan proses yng dipadukan dan dikembangkan berdasarkan gagasan Dale tentang keterkaiatan materi dan proses





















BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Apabila seseorang membandingkan definisi-definisi y ang baru disampaikan, menjadi jelas bahwa beberapa konsep muncul dalam banyak definisi meskipun kontek damn makna konsep itu dapatbervariasi. Kata seperti sistematif, sumber, proses, sering dipakai. Kata-kata yang menjdi pelatuk domain dalam definisi tahun 1944 juga terjadi dalam definisi terdahulu. Termasuk perancangan, pengembangan, pemakaian, organisasi, atau pengelolaan, dan penilaian. Di sisi lain, kat-kata yang digunakan dalam definisi terdahulu juga dihilangkan dalam definisi yang lebih kemudian, seperti control, fasilitas, prosedur, manusia / mesin, dan sarana. Setiap definisi membuat pernyatan tentang tujuan yang terkait dengan tujuan akhir, sarana, belajar, dan pemecahan masalah. Namun apabila kita melihat pada definisi itu secara kronologis, cukup menarik bahwa definisi 1953 dan tahun 1971 dari pada definisi yang lebih kemudian. Hal ini disebabkan bahwa pernyataan tujuan dalam keduannya diharapkan dapat berpengaruh pada proses belajar. Disamping itu juga disebabkan bahwa definisi 1953 didasrkan pada teori dan praktek bukannya pada fungsi yang ditekankan dan definisi yang lebih kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar